Akhwat “Langsungan” :D

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah tidak mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali akal oleh Alloh
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).

#nemu di facebook :)

Alhamdulillah… *

Sesungguhnya nanti di akhirat kita tidak akan ditanya oleh Allah tentang berapa jumlah IP kita. Tapi yang ditanyakan dan dihisab oleh Allah adalah jalan apa yang kita pilih dalam mendapatkan IP tersebut. Jujurkah? Halalkah? Karena sungguh Allah tidak menciptakan syurga hanya bagi orang yang memiliki IP diatas 3,5 dan Allah juga tidak menciptakan neraka hanya bagi orang yang memiliki IP dibawah 3,5. Jadi, usahlah bersedih jika apa yang kita dapatkan belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Syukuri berapapun hasilnya, dan yang terpenting adalah tetap tawakkal dan berusaha serta mengiringinya dengan doa untuk menjadi lebih baik di semeter depan. InsyaAllah wallahu a’lam… ^^

Go go go! Fight fight fight! Allahu Akbar!

YA ALLAH, WAFATKANLAH AKU DALAM KEADAAN ISLAM, DAN GABUNGKANLAH AKU DENGAN ORANG ORANG YANG SALEH (YUSUF: 101)

‎”Saya dulu banyak mengenal anak muda yang tekun beribadah, hapal Al Quran, & mempelajari as-sunnah. Bahkan ada salah seorang dari mereka yang tampak menonjol karena paling rajin beribadah, berilmu dan berzikir dengan kusyu. Tetapi mendadak mereka beralih menekuni perpolitikan, hukum tata negara, dan ekonomi barat dengan dalih menyesuaikan realita. Akibatnya, mereka melupakan Al Quran, menelantarkan as-sunnah yang telah mereka miliki, banyak berbicara, menghabiskan waktu untuk hal2x yg tidak berarti, malas beribadah, & meninggalkan sholat malam. itu adalah TRAGEDI.

Ketika Yusuf as diberikan amanat kekuasaan oleh Allah, mengungkap rahasia tabir mimpi, dan menyatukan keluarga, ia melambungkan harapan paling tinggi sebagaimana yang ia ungkapkan dalam doanya kepada Allah :

WAFATKANLAH AKU DALAM KEADAAN ISLAM, DAN GABUNGKANLAH AKU DENGAN ORANG ORANG YANG SALEH (YUSUF: 101)

itulah puncak harapan orang orang yang cerdas, dan itulah batas angan angan yang ingin diraih oleh seorang hamba yang sadar. Sebab, husnul khotimah adalah masalah besar sebagai hasil usaha dan prestasi selama hidup di dunia.Dengan husnul khotimah bisa diketahui nasib seseorang di akhirat nanti.

tetapi harus diketahui bahwa tidak mudah bagi seseorang untuk bisa mati dalam keadaan islam dan dikumpulkan dengan orang orang saleh. ada seseorang yang berhasil meraih kedudukan tinggi, mengumpulkan banyak harta, mendapatkan beberapa isteri yang cantik lagi muda, dan memiliki rumah rumah yang nyaman. tetapi, sayangnya ia meninggal dunia tidak dalam ketauhidan.

Ada seseorang yang berhasil meraih popularitas, banyak pengikut yang taklid, dan spektakuler, tetapi sayangnya ia meninggal dunia tidak dalam memegang tauhid.

Bagi siapapun yang meninggal dunia tidak dalam keadaan Islam dan bertauhid, segala harta, kedudukan, posisi, kekuasaan, semua hal yang ia dapat didunia kelak tidak akan bisa menolong nasibnya, bahkan orang orang yang memuji dan menyanjungnya serta pengikutnya pun tidak ada yang sanggup membela dan melindunginya.

(Aidh Al Qarni)

[lagi-lagi] Tentang Pernikahan :P

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya – maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ “. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.
Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6. “Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Oleh:Andhika Al-Banjari Mtp

…..

Berikut ini adalah daftar kekayaan alam Indonesia yang dikelola pihak asing (Imperialis Amerika), dengan royalti sangat sedikit atau bahkan nol persen. Bayangkan jika semua kekayaan alam ini dikembalikan lagi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Bangun temann, kita sedang dijaraaaahhh…
Jangan biarkan presiden penjajah itu menginjakkan kaki disinii…
Boleh menginjakkan kaki disini, asalkan pulangnya juga bawa kroni2nya enyah dari Indonesia…

Gunung Emas Papua (200 ton emas perhari). 198 Trilyun selama 5 tahun. Freeport, USA.

Sekongkang, Sumbawa Barat. (221-259 ons emas. Newmont, USA.

Blok Sanga-Sanga (lebih dari 300 ribu barel perhari). Virginia, USA.

Blok Siak (lebih dari 300 ribu barel perhari). Chevron, USA.

Blok Lho Sukon (lebih dari 300 ribu barel perhari) Exxon Mobil, USA.

Blok Kalimantan Timur. (lebih dari 300 ribu barel perhari). Chevron, USA.

Blok South Natuna Sea (lebih dari 300 ribu barel perhari). Conoco-Phillips, USA.

Blok Arun Aceh. (lebih dari setara 300 ribu barel perhari). PT Arun LNG, USA.

Blok Cepu (200 ribu barel perhari). Rp 43,2 trilyun setahun. Exxon Mobil, USA.

Tapi mereka masih meninggalkan sesuatu untuk kita kok. Ya, Mereka masih meninggalkan kerusakan alam yang benar2 parah.
Parah.

Kekayaan alam anugrah Allah diserahkan begitu saja pada pihak asing. Lalu Negara mengambil penghasilan dari pajak2 yang dipungut dari rakyat salah satunya dengan melegalkan lokalisasi dan tempat maksiat lainnya dengan dalih menambah devisa negara. Naudzubillahi mindzaliik…

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menjadikan mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Rum : 41).

Akhir kata,
Ayo kembali (ke jalan yang benar). Ke jalan yang telah ditunjukkan Allah dan Rasul-Nya. Menerapkan aturan yang terbaik bagi manusia. Aturan siapa lagi kalau bukan aturan Sang Pencipta Manusia?

Sumber

Cari Uang Cara Komodo – Jawapos 7 November 2011

Cari Uang Cara Komodo – Jawapos 7 November 2011
oleh Rhenald Kasali pada 08 November 2011 jam 8:18

Sulit bagi orang-orang lama memahami cara mahluk dunia maya mencari uang. Begitu sulitnya sampai bangsa ini terpecah gara-gara urusan komodo. Seperti dukun kesulitan menangkap tuyul dari alam goib, dubes kita di Swiss juga kesulitan mencari alamat resmi The New Seven Wonders (NSW). Kata penjual tuyul, diajak jalan saja tuyul pun harus dibuatkan oppoinment lebih dulu. Nah begitulah NSW yang alamatnya hanya ada di dunia maya. Pak dubes terbelalak, kantornya ternyata cuma museum sepi, sedangkan di dunia maya keren dan penuh warna.

Mahluk dunia maya memang mencari duit dengan cara yang aneh bagi kita. Anda tentu tak kebayang bagaimana Tune hotel di Bali dipasarkan dengan tarif kamar Rp 28 semalam. Kita sering tak berpikir bagaimana mungkin Facebook, Yahoo, Google dan Wikipedia bisa eksis padahal servisnya gratis. Anda yang biasa menonton Bintang Televisi dan Radio tahun 1980-an tentu menolak Indonesian Idol yang dasar kemenangannya jumlah kiriman SMS. Juga tak terbayang tetangga sebelah tiba-tiba bergelar Profesor Doktor. Kapan kuliahnya dan apa benar dia berilmu?

Dan banyak eksekutif bisnis terheran-heran membaca sebuah konsultan di Jakarta memberi Award perusahaan yang “sedang sakit” sebagai “the best brand” bahkan “the best company of the year”. Bagaimana bisa? Wong keuangannya sedang susah, pelanggannya sudah kabur dan bisnisnya mau mati.

Seperti itu pulalah cara NSW mencari uang. Kebenaran di dunia maya tak bisa diukur dengan kebenaran di dunia riil. Pusing, sarat masalah etika, bisa menimbulkan perpecahan, bahkan kebencian di antara kita. Apalagi kalau lembaga resmi di dunia, maksud saya pemerintah, sedang amburadul. Makin kacaulah hidup ini.

Surat Ancaman
Melalui media international saya mengetahui objective NSW adalah melakukan update terhadap Tujuh Keajaiban Dunia dengan menggunakan cara-cara modern. NSW juga men-declare bahwa mereka tak dibiayai pembayar pajak. Uangnya didapat dari donasi, sponsor perusahaan dan stasiun televisi yang mendapat hak siaran. Itu sebabnya, pada awal berdiri di tahun 2001 ia didukung oleh badan resmi PBB, UNESCO. Tetapi pada tahun 2007, tak lama setelah lembaga ini melakukan seremoni pengukuhan Tujuh Bangunan Kuno warisan peradaban masa lalu di Lisabon, UNESCO menarik diri.

Saya membaca, penyebabnya karena NSW menyelewengkan objektifnya dengan memeras negara-negara anggota PBB untuk mencari uang dengan metode popular vote. Mereka bahkan mengabaikan validity. Bagaimana mungkin misalnya, 7 juta penduduk Jordan memberi votes sebanyak 14 juta untuk bangunan bersejarahnya di lembah Petra? Akibatnya Candi Borobudur dan Piramida di Mesir yang masuk dalam daftar Unesco tercoret. Saya heran juga tak ada pejabat Indonesia yang protes saat itu, padahal di Mesir jutaan orang marah besar pada NSW karena Piramid nya dicoret dari daftar finalis Tujuh Keajaiban dunia. Baru setelah diprotes keras, NSW memasukkan Piramid Giza sebagai The Honorary of NSW Candidates.

Menurut berbagai literatur, NSW adalah poll terbesar di dunia maya dengan 100 juta votes, namun juga paling tidak kredibel karena membiarkan seseorang memilih berkali-kali. Itu sebabnya di setiap negara finalis, para kepala negara (termasuk SBY dan JK di sini) turun memimpin perolehan suara. SBY-JK beserta ibu negara melakukannya saat peresmian bandara Lombok pada kabinet yang lalu. Respons negara-negara terhadap poll SMS dan internet NSW memang amat beragam, mulai dari ikut berkampanye sampai menolak dan mengkritik habis. Yang jelas potensi rusuh dan konfliknya sangat besar.

Lantas apa kontoversinya? Sudah pasti uanglah. Tanggal 27 Oktober 2010 direktur NSW mengirim surat rahasia pada kantor kementrian pariwisata yang mengatakan Jakarta akan ditunjuk sebagai Lokasi Deklarasi resmi. Namun untuk itu pemerintah harus terlibat, dan bekerjasama dengan sebuah EO Jakarta yang sudah ditunjuk NSW. Tampak sekali logika surat yang dikirim sangat bertahap, dimulai dari iming-iming kabar gembira yang membuat aparat di Jakarta kegirangan sampai kewajiban yang harus dipenuhi, lalu ancaman kalau tidak patuh.

Sementara antusias warga Indonesia pun bergerak cepat. Tak peduli pulsanya disedot seribu rupiah atau lebih, mereka marah besar saat dikabarkan komodonya hampir kalah dengan kadal air Malaysia. Padahal kalau orang Indonesia sedikit lebih kritis dan mau membuka situs NSW disana tampak jelas Komodo tak disandingkan dengan Kadal Malaysia. Entahlah siapa yang menebar hoax itu, tapi motifnya sangat jelas, dapat uang dari pulsa.

Tanggal 6 Desember 2010 ternyata NSW makin mengerucut, mengirim surat bahwa event itu tidak gratis. Pemerintah Indonesia harus bayar licence fee sebesar US$7 juta. Lalu berubah lagi menjadi $ 10 juta. Saya tak tahu apa jawaban pemerintah kita, tapi dari dokumen-dokumen rahasia, saya membaca NSW mulai mengirim surat-surat ancaman. Surat tertanggal 24 januari 2011 itu ditandatangani oleh Stefanie Mitterer (Koordinator Kepala NSW) yang mengatakan kalau dalam 7 hari tidak merespons, Komodo dari Indonesia akan dicoret dari daftar finalis NSW of the Nature. Setelah itu saya mendengar lagi untuk event itu sendiri pemerintah diminta menyediakan dana sebesar US$ 45 juta.

Hebat juga NSW ini mencari uang. Tentu NSW tahu orang rakyat Indonesia sedang butuh kemenangan sebab SeaGames besok saja persiapannya sangat amburadul. Selain badminton, sepakbola kita juga selalu kalah. Mereka juga tahu pemimpin-pemimpin kita mudah diajak konflik dan sebagian orang mudah diajak berkhianat kalau dijanjikan uang. Rakyatnya juga sedang suka bicara, apalagi kalau diberi harapan sedikit. Jadi kalau diancam pasti mudah marah, dan ujung-ujungnya kita akan membayar kalau terpojok dan ketakutan seperti yang dilakukan terhadap pada para pembajak Somalia terhadap perusahaan pelayanan nasional yang kapalnya dibajak. Gabungan dari miskinnya rasa percaya diri, mudah diajak konflik, serta orang-orang tak kritis membuat pihak asing yang culas mudah dapat uang di sini.

NSW sendiri sepertinya tahu caranya mendapatkan uang kita. Di websites nya mereka mengaku tak menerima uang dari pembayar pajak atau negara. Tapi di sini mereka meminta uang pada pemerintah. Kita juga tak tahu persis kalau kita menang itu benar karena kita menang atau karena manipulasi angka seperti cara para konsultan pemasaran melakukan pemasaran jasanya dengan memberi award abal-abal di sini. Lagi pula kalau menangnya karena yang votes bangsa dewek, apakah pasti akan meningkatkan kunjungan turis asing ke sini. Saat ini saja bandara kita sudah kewalahan mengatur trafik penerbangan. Landas pacu di bandara Cengkareng hanya dua, padahal terminalnya sudah ada tiga. Sedangkan di banyak daerah, air traffic control hanya bekerja sampai pukul 6 sore. Hotel dan jalan masih terbatas, belum lagi rumah sakit internasional. Kalau voters komodonya mayoritas voters lokal, maka harap maklum pengunjung lokal di Candi Borobudur, makam para Wali di Jawa dan pantai-pantai di Pulau Bali saja saat ini sudah sulit ditampung saat liburan.

Jadi NSW ini mau bantu pemasaran pariwisata atau hanya suka uang kita? Kalau yang pertama, ya teruskan saja. Bahkan tanpa NSW pun lakukan saja promosi. Tapi melihat gelagat bahwa yang kedua yang mereka incar, mari kita siapkan mental yang lebih besar, yaitu siap dicoret. Bersiaplah bangsaku untuk kembali menerima kenyataan pahit bahwa taman nasional pulau komodo kita dinyatakan kalah oleh NSW, bukan karena kurangnya SMS, melainkan karena ada kepala negara bangsa lain yang berani bayar lebih besar. Begitulah cara mahluk dunia maya mencari uang.

Maka berhentilah bertengkar, dan tetaplah promosikan Komodo ke manca negara dengan cara yang lebih cerdas dari uang yang terbatas. Kita adalah bangsa yang malas bayar pajak, tapi tak ada masalah kalau harus bayar pulsa. Di situlah letak kecerdasan pengusaha dunia maya mencari uang. Piss!!, kata anak-anak dan mahasiswa saya.

Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia

http://rumahperubahan.com/index.php?option=com_content&task=view&id=129&Itemid=1