ibu-di-sawah2

Mom…

Aku nggak mau nonton film semalem hanya menghasilkan mata mbendul karena nangis.hehee… Tapi aku ingin berbagi hikmah yang bisa dipetik dari film A Long Visit (My Mom). Langsong saja… Seperti bunyi sebuah hadits Rasulullah

Ketika salah seorang sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?”
Rasulullah berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447).

Karena ibu-lah yang mengandung kita selama 9 bulan dengan letih yang bertambah tambah. Menyusui kita selama 2 tahun, yang bangun setiap malam hanya untuk mengganti popok basah kita, rela menahan lapar demi melihat anaknya kenyang terlebih dulu, dan masih banyak lagi pengorbanan yang telah dilakukan seorang ibuk untuk anaknya. Dan kembali lagi pada diri kita, seberapa seringkah kita mengucapkan syukur pada Allah untuk ibuk kita dan mengucapkan terima kasih pada ibuk atas kesusahpayahan selama membesarkan kita? Apakah lebih sering kita mengucapkan hal-hal yang mungkin mengecewakan ibuk?

Satu ungkapan yang bisa kuberikan untuk menggambarkan seorang ibuk : Kasih sayang yang besar dan tanpa pamrih.

Sosok ibu di film itu benar2 persis dengan ibukku. Yang suka membanggakan aku di setiap orang di pasar, yang selalu mencuil separo ayam goreng di piringnya untuk ditaruh di piringku meskipun di piringku sudah ada 2 potong ayam goreng, yang suka membawa makanan buuanyaak setiap mengunjungiku (biar hemat katanya), yang mesti nggak bisa bobok kalo aku nggak bisa bobok, yang rela ngejar travel untuk memberikan uang sangu (meskipun aku sudah kerja). Kadang aku nggak habis pikir dengan semua yang dilakukan ibuk. Aku juga nggak habis pikir, betapa sedikitnya ungkapan syukur yang keluar dari mulutku pada Allah yang telah memberiku ibuk seperti ibukku dan bapak seperti bapakku. Bahkan aku masih sering marah pada ibukku… Astaghfirullah… :(

Berapapun banyaknya harta yang kita miliki, bahkan nyawa kita sekalipun tidak akan pernah bisa membalas pengorbanan seorang ibu.

Dari Abu Burdah mengabarkan bahwasanya Ibnu Umar melihat seorang pria dari Yaman towaf di ka’bah sambil mengangkat ibunya di belakang punggungnya seraya berkata,
“Sesungguhnya aku adalah onta ibuku yang tunduk..jika ia takut untuk menungganginya aku tidak takut (untuk ditunggangi)”
lalu ia berkata, “Wahai Ibnu Umar, apakah menurutmu aku telah membalas jasa ibuku?”,
Ibnu Umar berkata, “Tidak, bahkan engkau tidak bisa membalas jasa karena keluarnya satu tetes cairan dari cairan yang dikeluarkannya tatkala melahirkan”

Mari bersegera berbuat baik dan berbakti kepada bapak ibu dan mencintainya..karena kita sungguh tidak tahu berapa lama lagi waktu yang Allah berikan untuk kita bersamanya. Mari jadikan diri kita sebagai anak sholih sholihah dengan seanantiasa menaat perintah Allah. Insya Allah itulah yang bisa menjadi amal yang tak terputus bagi kedua orang tua kita.

Untuk orang tua yang telah berpulang pada Allah, senantiasalah berdoa memohonkan ampunan pada Allah bagi orang tua kita. Bersedekah atas nama orang tua, menghajikan orang tua, dan masih banyak lagi amal sholeh yang bisa dilakukan untuk berbakti pada orang tua yang sudah meninggal.

Akhir kata,
Ya Allah.. Terima kasih untuk kedua orang tua yang telah engkau karuniakan kepadaku. Berikanlah aku kemampuan untuk selalu berbuat baik kepada mereka, dan mencintai mereka karena-Mu…

“…Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isro’: 23-24)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua..” (QS. An Nisa:36)

#ingin rasanya segera pulang dan minta maaf pada ibuk dan bapakku. :’)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s