“bisa jadi ini hari terakhirku di dunia…
“
Adakah yang salah dengan rangkaian kata tersebut, teman? Soalnya, pas aku pasang kalimat itu sebagai status YM, buanyak sekali pertanyaan dari temen2ku. “Kamu kenapa, nov?”… “Kamu lagi sedih ya? Kenapa?”…”Kamu sakit parah ta, nov?”…#eeaaa
Hellooo, freenn… Tidakkah kalian merasakan pancaran semangat yang menggebu dari status YM-ku itu?
Dari pertanyaan2 teman2ku itu, alhamdulillah aku mendapatkan 1 kesimpulan. Bahwa kematian masih menjadi hal yang menakutkan dan tabu untuk diangkat dalam pembicaraan. Padahal faktanya, segala sesuatu yang hidup cepat atau lambat pasti mati, bukan? Tinggal nunggu giliran aja. Atau masih ada yang ragu, kalau kita semua nanti bakalan mati? Pernah aku tak sengaja membahas tentang hari kiamat dengan saidariku yang baru saja menikah. Dia bilang gini “Woalah mbak, mbak.. jangan mbahas hari kiamat kenapa, orang baru nikah jugaa..”. Wew. Bukankah kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita? Kenapa harus menghindar dari kenyataan itu? batinku.
Allah berfirman :
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az Zumar : 42)
“Tiap-tiap jiwa (yang bernyawa) akan merasakan kematian.” (Qs. Ali ‘Imrân [3]: 185)
“Katakanlah (wahai Muhammad) bahwa kematian yang kalian lari daripadanya, dia akan menemui kalian…” (Qs. Al-Jumu‘ah [62]: 8.)
Justruuu dengan mengingat mati, hidup kita ini bakalan lebih indah. Demi Allah, frenn..
Coba kalau kita gak pernah memikirkan kematian. Pasti hati ini bakalan capeeek mikirin dan ngejar2 kenikmatan yang bersifat duniawi saja. Dan akhirnya gak enjoy hidupnya. Hidupnya hanya untuk kejar setoran dan kejar setoran. Orang yang melupakan kematian akan cenderung gemar melakukan hal2 yang sia2, suka bermalas-malasan, gemar menghayal, hedonis, serakah dalam kenikmatan dunia, meremehkan dosa, mudah stress, gemar menunda2 pekerjaan, dan yang paling parah, menunda2 untuk bertaubat. Seolah-olah akan hidup selamanya. Naudzubillahi mindzaliik.
Sebaliknya, dengan mengingat mati seseorang akan lebih berhati2 dalam menggunakan waktunya. Karena dia pasti benar2 berpikir sebelum bertindak dan cenderung berusaha untuk melakukan yang terbaik di setiap waktu yang masih dimilikinya. Prioritas amal selalu dipikirkan dahulu sebelum memutuskan bertindak. Apakah amalan itu wajib, sunnah, mubah, makruh, atau haram. Tawakkal pada Allah tidak pernah dilupakan dalam setiap ikhtiarnya yang bersungguh-sungguh. Sehingga hasil apapun yang didapatkan tidak akan membuat dia putus asa dan berprasangka buruk terhadap Allah. Karena meyakini Allah tidak menghisab hasil dari usaha kita, tapi Allah menghisab proses kita dalam mencapai hasil tersebut (halal atau haram?). Dan akhirnya hidupnya akan menyenangkan. Kesedihan di dunia tidak akan membuatnya putus asa dan kebahagiaan di dunia tidak pernah melalaikannya dari Tuhannya. Zuhud.
Terkadang, saking lupanya kita dengan kematian, sangat sedikit sekali persiapan yang sudah dilakukan untuk menyambutnya. Sebaliknya, untuk dunia yang sudah pasti akan kita tinggalkan, kita mencurahkan segenap hati dan jiwa untuk meraihnya. Astaghfirullah…
Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi).
SUATU hari sahabat Umar bin Khattab duduk bersama Rasulullah SAW. Kemudian datanglah seorang sahabat Anshar. Seraya memberi salam ia berkata: “Wahai Rasulullah, mukmin yang seperti apa yang paling utama?”. Beliau menjawab:”Yang paling baik akhlaknya”.
Sahabat itu bertanya lagi: “Mukmin seperti apakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab: “Muslim yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik mempersiapkan diri untuk sesudah kematian itu, mereka itulah orang-orang yang cerdas”(diriwayatkan oleh Imam al-Qurtubi dalam al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah).
Rasulullah menyebut orang yang ingat kematian dan mempersiapkannya itu sebagai orang cerdas, sebab orang seperti itu mengetahui hakikat tujuan hidup (yakni beribadah kepada Allah), dan mengindar dari tipuan-tipuan kenikmatan dunia.
Imam al-Qurtubi menyebutnya sebagai standar kecerdasan seorang manusia. Yakni tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti dan persiapannya itu untuk hal-hal yang sesungguhnya dipastikan akan terjadi. Wallahu a’lam bi ashshowaab.
Pilihan tetap berada di tangan kita, fren. Apakah kita akan bersegera menyiapkan bekal untuk hari yang sedang mendekat kepada kita. Ataukah akan menundanya. Percayalah, fren.. Bahwa kehidupan yang sebenarnya baru akan dimulai setelah kematian menjemput kita. Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang lurus. Aamiin…
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan menyimpan prasangka buruk pada saudara2ku
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan membiarkan perkataan dusta keluar dari lisanku
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan membicarakan keburukan saudara2ku
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan bekerja dengan malas
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan membiarkan mata ini melihat keharaman
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku tidak akan membiarkan kaki ini melangkah ke tempat maksiat
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku akan berusaha yang terbaik demi menolong agama Allah
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku akan mempelajari ilmu Islam dengan giat
bisa jadi ini hari terakhirku di dunia… ![]()
maka aku akan melakukan yang terbaik sebagai hamba Allah
bisa jadi ini tulisan terakhirku… ![]()
semoga ini bisa menjadi salah satu jejakku di bumi Allah yang dapat membawaku lebih dekat dengan ridho-Nya.
Aamiin.

Aamiin…
ikut bermuhasabah diri, syukron telah mengingatkan…
`astaghfirullahal’adhim…
alhamdulillaah jika bermanfaat…
wa iyyaka..
subhanallah, bsa jd muhasabah ni. tp syng’a ko d trakhir tulisan’a bnyk lmbang
(smile). yg td’a muhasabah mlah jd snyum2 ni gra2 liat lmbang’a. heheh,
ولكن على كل حال… تمام يا أختي, جزك الله خير.
Alhamdulillah…semoga Allah senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang lurus..

Alhamdulillah lagi bisa membuat antum senyum..
Barakallahu fiikum
tp ane lg g pngn snyum ini, ane lg pngn muhasabah untuk mmprbaiki diri. tp mantab lah, keep posting.
Andai hari ini hari terakhir ku didunia aku akan membuat orang2 disekelilingku tersenyum bahagia tampa mereka sadari bahwa ini adalah hari terakhir ku didunia
sayangnya kita tidak tahu kapan hari terakhir kita, maka jadikan setiap hari kita adalah hari yang istimewa…