murka

Teguran Kecil dari Allah

Pagi itu sebelum berangkat kerja, aku melihat tayangan berita di TV. Kebetulan tentang banjir, tanah longsor, gunung meletus, jembatan ambruk, angin kencang, tembok ambruk, kecelakaan, tawuran, dan lain sebagainya. Aku stress dan aku ganti ke channel lain, ternyata malah berita tentang ibu yang membakar anaknya, ayah yang memperkosa anak kandungnya, mutilasi, perampokan disertai pembunuhan. Aku ganti ke channel lain, eh malah acara gosip. #SIGH.. Gak penting banget ngomongin selebriti di tengah2 kerusakan dan bencana yang terjadi.

“ASTAGHFIRULLAAAAH…” Aku berteriak dalam hati. Aku marah! Aku ingin pura2 tidak peduli! Aku bingung bagaimana mengubah keadaan ini! Aku rindu Rasulullah… :(

Serta merta aku ingat firman Allah :

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menjadikan mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah).” (TQS Ar Rum : 41)

Hujan yang seharusnya membawa barokah, justru mendatangkan banjir berkepanjangan. Angin yang seharusnya membantu penyerbukan, justru memporak porandakan perumahan. :(

Aku kembali memikirkan kata ustadzahku. Intinya : Negara ini dibiayai dari dana yang tidak halal. Pajak. Pajak yang diambil dari masyarakat yang miskin yang dia sendiri kekurangan dalam hidupnya. Kedzaliman penguasa. Pajak juga dipungut di tempat2 maksiat, lokalisasi, pajak minuman beralkohol, cukai rokok. Praktek riba masih merajalela. Hukum Allah dicampakkan. Jika itu semua yang menjadi sumber untuk membangun negara ini, ya jelas Allah mencabut barokah pada negeri ini. Allah tidak ridho dengan negeri ini. :(

Ditambah lagi suap-menyuap dan korupsi yang dilakukan secara sistemik. Hukum diperjual-belikan. Fitnah merajalela. Para wanita dengan bangga mengumbar auratnya. Bermaksiat di pinggir jalan tanpa sedikitpun rasa malu. Ghibah menjadi acara yang paling ditunggu2. Bahkan ada selebriti yang bangga dengan kehamilannya, padahal masih belum sah menikah. Naudzubillahi mindzaliik. :(

Teringat lagi pada salah satu firman Allah :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.[TQS Al A’raf : 96]

Pertanyaannya,
Sampai kapan kita akan terus melakukan perbuatan yang mendatangkan murka Allah?
Sampai kapan kita mengabaikan teguran-teguran dari Allah?
Sampai kapan kita menutup mata dengan kerusakan2 yang semakin nampak ini?
Sampai kapan kita mengambil sebagian hukum Allah dan mencampakkan sebagian hukum Allah yang lain?
Sampai kapan kita berdiam diri atau bahkan tak sadar telah terhanyut dalam kerusakan?

Ya Allah,
Berilah kami petunjuk ke jalan-Mu. Jalan yang telah dilalui para Nabi dan Rasul-Mu.
Sesungguhnya kami lemah dan tersesat tanpa pertolongan-Mu.
Ampunilah dosa kami, Ya Allah..
Terimalah taubat kami.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menerima Taubat.

Advertisement

One comment on “Teguran Kecil dari Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s