Akhwat “Langsungan” :D

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah tidak mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali akal oleh Alloh
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).

#nemu di facebook 🙂

Advertisements

[lagi-lagi] Tentang Pernikahan :P

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya – maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ “. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dst.
Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll.

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dll.

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).

6. “Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Oleh:Andhika Al-Banjari Mtp

YA ALLAH, WAFATKANLAH AKU DALAM KEADAAN ISLAM, DAN GABUNGKANLAH AKU DENGAN ORANG ORANG YANG SALEH (YUSUF: 101)

‎”Saya dulu banyak mengenal anak muda yang tekun beribadah, hapal Al Quran, & mempelajari as-sunnah. Bahkan ada salah seorang dari mereka yang tampak menonjol karena paling rajin beribadah, berilmu dan berzikir dengan kusyu. Tetapi mendadak mereka beralih menekuni perpolitikan, hukum tata negara, dan ekonomi barat dengan dalih menyesuaikan realita. Akibatnya, mereka melupakan Al Quran, menelantarkan as-sunnah yang telah mereka miliki, banyak berbicara, menghabiskan waktu untuk hal2x yg tidak berarti, malas beribadah, & meninggalkan sholat malam. itu adalah TRAGEDI.

Ketika Yusuf as diberikan amanat kekuasaan oleh Allah, mengungkap rahasia tabir mimpi, dan menyatukan keluarga, ia melambungkan harapan paling tinggi sebagaimana yang ia ungkapkan dalam doanya kepada Allah :

WAFATKANLAH AKU DALAM KEADAAN ISLAM, DAN GABUNGKANLAH AKU DENGAN ORANG ORANG YANG SALEH (YUSUF: 101)

itulah puncak harapan orang orang yang cerdas, dan itulah batas angan angan yang ingin diraih oleh seorang hamba yang sadar. Sebab, husnul khotimah adalah masalah besar sebagai hasil usaha dan prestasi selama hidup di dunia.Dengan husnul khotimah bisa diketahui nasib seseorang di akhirat nanti.

tetapi harus diketahui bahwa tidak mudah bagi seseorang untuk bisa mati dalam keadaan islam dan dikumpulkan dengan orang orang saleh. ada seseorang yang berhasil meraih kedudukan tinggi, mengumpulkan banyak harta, mendapatkan beberapa isteri yang cantik lagi muda, dan memiliki rumah rumah yang nyaman. tetapi, sayangnya ia meninggal dunia tidak dalam ketauhidan.

Ada seseorang yang berhasil meraih popularitas, banyak pengikut yang taklid, dan spektakuler, tetapi sayangnya ia meninggal dunia tidak dalam memegang tauhid.

Bagi siapapun yang meninggal dunia tidak dalam keadaan Islam dan bertauhid, segala harta, kedudukan, posisi, kekuasaan, semua hal yang ia dapat didunia kelak tidak akan bisa menolong nasibnya, bahkan orang orang yang memuji dan menyanjungnya serta pengikutnya pun tidak ada yang sanggup membela dan melindunginya.

(Aidh Al Qarni)

Alhamdulillah… *

Sesungguhnya nanti di akhirat kita tidak akan ditanya oleh Allah tentang berapa jumlah IP kita. Tapi yang ditanyakan dan dihisab oleh Allah adalah jalan apa yang kita pilih dalam mendapatkan IP tersebut. Jujurkah? Halalkah? Karena sungguh Allah tidak menciptakan syurga hanya bagi orang yang memiliki IP diatas 3,5 dan Allah juga tidak menciptakan neraka hanya bagi orang yang memiliki IP dibawah 3,5. Jadi, usahlah bersedih jika apa yang kita dapatkan belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Syukuri berapapun hasilnya, dan yang terpenting adalah tetap tawakkal dan berusaha serta mengiringinya dengan doa untuk menjadi lebih baik di semeter depan. InsyaAllah wallahu a’lam… ^^

Go go go! Fight fight fight! Allahu Akbar!

Hijau Rumah Sakitku, Hijau Lingkunganku

 Green_hospital

Mungkin yang terlintas di benak ketika mendengar “Green Hospital” adalah rumah sakit yang bertema hijau. Dekorasi, peralatan, bahkan seragam dokter yang umumnya putih bersih pun berwarna hijau menyala. Saya suka warna hijau, kemungkinan besar jika tiba tiba saya jatuh sakit dan diharuskan opname, ke rumah sakit hijau itulah saya akan menuju. Mengapa? Alasannya sederhana, karena rumah sakit itu dipenuhi dengan hal yang saya suka. Warna hijau. Karena saya percaya, pikiran positif akan mempercepat proses penyembuhan.

Green Hospital bukan hanya tentang rumah sakit yang bertema hijau. Lebih dalam lagi, istilah Go Green berarti ramah lingkungan. Bersih dan steril adalah kondisi mutlak yang harus dimiliki rumah sakit. Bukan hanya itu, coba Anda bayangkan suatu rumah sakit yang selain bersih, juga dikelilingi taman yang indah dan pohon-pohon rindang. Di setiap kamar pasien, ada jendela untuk melihat pemandangan diluar kamar yang dipenuhi warna warni bunga. Sejuk. Fitrah manusia menyukai keindahan. Jadi, siapapun pasti senang berada di rumah sakit itu. Jika hati senang, pasti lebih mudah untuk berpikir positif, bukan?

Memang tidak ada orang yang betah berada di rumah sakit, sebagus apapun rumah sakit itu. Namun jika hal positif seperti keindahan dan kenyamanan yang disajikan bagi setiap pasien, itu akan membantu pasien dan keluarganya selalu berpikiran positif. Daripada rumah sakit yang statis, tanpa kerindangan, kamar pengap, pelayanan yang buruk, dan sebagainya. Saya pernah dirawat di rumah sakit dengan kondisi kamar hanya dengan 1 jendela kecil. Meskipun kamar itu besar, namun masih terasa sumpek karena tidak ada keindahan di luar jendela. Walhasil, saya merengek pada dokter untuk pulang dan minta rawat jalan. 😀

Kembali lagi ke Green Hospital. Selain ramah lingkungan dalam penampilannya, Green Hospital adalah rumah sakit yang cerdas dalam menggunakan dan mengelola sumber daya yang ada. Misalnya :

  • Membuat ruangan dengan banyak jendela untuk meminimalisasi penggunan lampu dan AC,
  • Menanam pohon yang selain memberi kerindangan, menyegarkan udara, juga menghasilkan buah,
  • Menggunakan energi surya untuk menghasilkan air hangat dan keperluan lainnya,
  • Tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan,
  • Menggunakan kran air mekanik yang dapat menutup sendiri jika air sudah penuh,
  • Pengelolaan limbah yang baik. Mungkin beberapa jenis limbah bisa dimanfaatkan kembali.

Dengan potensi alam yang dapat dikelola dengan bebas (dan bijak) minimal seperti yang saya sampaikan diatas, Green Hospital akan mampu menekan biaya operasional dan diharapkan dapat juga menekan biaya berobat di rumah sakit tersebut. Khususnya bagi pasien yang kurang mampu, mengingat mahalnya biaya rumah sakit saat ini. Banyak sekali kontribusi positif yang didapatkan dengan adanya Green Hospital ini. Bukan hanya bagi pasien rumah sakit tersebut, namun hal positif juga dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat disekitar rumah sakit maupun di Indonesia.

Saya senang sekali dan mendukung 100% ketika mengetahui RSUD Daya Makasar mampu dan akan mempelopori kampanye Green Hospital di Indonesia. Diharapkan dengan adanya pelopor, akan lebih banyak lagi rumah sakit di Indonesia yang Go Green. Harapan lebih luasnya, semoga bukan hanya rumah sakit yang Go Green, namun perusahaan, instansi pemerintahan, bahkan keluarga kecil dan individu pun mampu menerapkan konsep Go Green. Tunggu apa lagi!  Let’s Go Green for a Better World. 🙂

 

(Artikel ini adalah artikel kompetisi blog Green Hospital yang diadakan RSUD Daya Makasar)

Cerita Pasir Besi pada Kaos Kaki di Pantai Jolosutro

Siang itu agak mendung saat saya sekeluarga sampai di pantai Jolosutro di selatan Kota Blitar. Yaa berawal dari muter2 ngga jelas, serta merta Bapak selaku pemimpin rombongan memutuskan untuk mengangkut kami ke pantai Jolosutro. Sepi sekali saat sampai di pantai itu. Jujur saya malah ngerasa aneh karena para penduduk sekitar memandang rombongan kecil kami seolah olah kami adalah rombongan yang tidak seharusnya berada di situ. Saya tersenyum ramah pada orang2 itu, sebagai tanda “permisi” mau main di kebun belakang rumah mereka.

Suara ombak semakin jelas terdengar. Kontan hasrat saya untuk berlari menyambut pelukan air tidak dapat terbendung lagi. Copot sepatu, dan lariii. Namun…. Saya melihat pemandangan yang lebih menarik perhatian saya ketimbang sejuknya air laut. Saya melihat gundukan pasir laut memanjang tidak jauh di tempat saya berdiri. Dan akhirnya saya, adik2, dan Bapak memutuskan untuk mencari tahu ada apa di ujung gundukan pasir itu.

Dengan hanya beralaskan kaos kaki, saya berjalan di atas gunungan pasir itu. Kaki berasa dipijit2 oleh tangan2 hangat. Sambil pikiran ini mengira2 apakah yang telah ditemukan manusia di pinggir pantai Jolosutro yang sepi. Emas kah? Minyak kah?

Sesuai dugaan, akhirnya kami melihat instalasi alat berat pertambangan. Sebuah mesin pengeruk dan bangunan aneh teronggok disitu tanpa operator. Sunyi senyap. Sayangnya momen ini tidak saya abadikan. Belum jelas itu sebenarnya pertambangan apa, namun sesuatu diantara pasir2 itu memberi isyarat pada kami. Pasir magnet semakin terlihat jelas di gunungan tempat kami berdiri. Dan akhirnya rombongan kecil kami sepakat jika di depan itu adalah pertambangan pasir besi. WOW.

 

Saya dan adik2 memutuskan untuk kembali menyusul Ibuk yang duduk2 di pinggir pantai menjaga sandal2 kami. Tapi Bapak masih ingin masuk lebih dekat ke tambang itu. Akhirnya kita bertiga kembali tanpa Bapak. Berjalan sambil bermain melalui pinggir pantai. Tidak lama kemudian Bapak menyusul dan mengatakan pada kami bahwa itu benar2 tambang pasir besi.

Satu hal yang saya pikirkan tentang tambang itu. Apakah tambang itu digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat? Tidak seperti PT Freeport yang saat ini dikelola oleh Badan Usaha Asing?

Aku melihat ke bawah, disekujur kaos kakiku yang basah pasir magnet itu menempel ramai padanya. Mungkinkah mereka sedang berbagi cerita?